Mirroring Solaris root

Mirroring (Raid 1) sering dilakukan dilingkungan enterprise server, hal ini untuk menjaga redundancy dan availability data. Hal yang paling awal dilakukan engineer ketika mesin baru tiba di Data Center adalah proses racking, setelah itu installasi OS sesuai kebutuhan customers.

Setelah proses installasi OS selesai, kemudian engineer akan melakukan mirroring OS (raid 1). Gunanya adalah ketika OS disalah satu disk rusak maka kita masih punya salinan di disk yang lainnya, hal ini wajib dilakukan karena server di production system setiap hari akan terus hidup dan ini rentan akan kerusahakan disk-nya.

Dibeberapa mesin server umumnya engineer akan menginstall OS pada disk 0 dan membuat mirror pada disk 1, berikut data disk yang akan saya gunakan pada tulisan ini :

a. disk 0 = c0d0 (disk ini akan di install sistem operasi solaris)
b. disk 1 = c0d1 (disk ini akan membuat replika / mirror raid 1 disk 0)

1. berikut susunan disk0 c0d0s2

2. Membuat disk1 identik dengan disk0 dengan me-load konfigurasi vtoc disk0

# prtvtoc /dev/rdsk/c0d0s2 > /tmp/c0d0s2.vtoc
# fmthard -s /tmp/c0d0s2.vtoc /dev/rdsk/c0d1s2

3. Membuat state 3 database replica pada setiap disk:

# metadb -a -f -c 3 c0d0s7 c0d1s7

4. Mendefinisikan metadevice pada c0d0s0 (/)

# metainit -f d10 1 1 c0d0s0
# metainit -f d20 1 1 c0d1s0
# metainit d0 -m d10

5. gunakan metaroot untuk mengupdate root partition pada /etc/vfstab:

# metaroot d0

6. Mendefinisikan metadevice pada c0d0s1 (swap)

# metainit -f d11 1 1 c0d0s1
# metainit -f d21 1 1 c0d1s1
# metainit d1 -m d11

7. Mendefinisikan metadevice pada c0d0s3 (/export/home)

# metainit -f d13 1 1 c0d0s3
# metainit -f d23 1 1 c0d1s3
# metainit d3 -m d13

8. edit /etc/vfstab sesuaikan dengan metadevice yang telah dibuat:

9. Restart

# lockfs -fa
# sync;sync;sync;init 6

10. setalah sistem reboot, kemudian selanjutnya adalah set up mirror yang telah dibuat:

# metattach d0 d20
# metattach d1 d21
# metattach d3 d23

11. kemudian sistem akan melakukan synchronizing, dan memerlukan beberapa waktu. untuk melihat status nya dengan perintah metastat:

12. Agar sistem dapat membuat core dump saat sistem panic, ada baiknya kita mengkonfigurasi agar dump device menggunakan metadevice yang telah dibuat:

# dumpadm -d /dev/md/dsk/d1

cek:

bash-3.00# dumpadm
Dump content: kernel pages
Dump device: /dev/md/dsk/d1 (swap)
Savecore directory: /var/crash/solaris
Savecore enabled: yes

Pada tahap ini selesai pembuatan mirror sistem operasi solaris, tahap selanjutnya adalah mengedit /boot/grub/menu.lst agar kita dapat memilih boot pada menu grub. seperti ini konfigurasi yang saya pakai, untuk sistem yang lain dan berbeda susunana disknya agar disesuaikan:

title Solaris Disk 0
root (hd0,0,a)
kernel /platform/i86pc/multiboot
module /platform/i86pc/boot_archive

title Solaris Disk 1
root (hd1,0,a)
kernel /platform/i86pc/multiboot
module /platform/i86pc/boot_archive

Note : tulisan ini di praktekan pada Solaris X86, untuk solaris SPARC hanya berbedap pada bootloadernya saja. karena bootloader sparc diatur oleh Open Boot Prompt atau yang biasa disebut OK Prompt.

More Documentations :

  1. download.oracle.com/docs/cd/E19082-01/819-2789/819-2789.pdf
  2. http://unixway.com/vm/disksuite/index.html
  3. Mirroring root with solaris svm
Advertisements

2 thoughts on “Mirroring Solaris root

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s